Salam,
Di sini saya ingin kongsikan satu artikel yang menarik perihal hati dan menuntut ilmu. Semoga kita sama-sama amalkan perkara ini.
Zahiruddin
Ilmu Pembersih Hati
KH. Abdullah Gymnastiar
Ada sebait do’a yang pernah diajarkan Rasulullah SAW dan disunnahkan untuk dipanjatkan kepada Allah Azza wa Jalla sebelum seseorang hendak belajar. do’a tersebut berbunyi : Allaahummanfa’nii bimaa allamtanii wa’allimnii maa yanfa’uni wa zidnii ilman maa yanfa’unii. dengan do’a ini seorang hamba berharap dikaruniai oleh-Nya ilmu yang bermamfaat.
Apakah hakikat ilmu yang bermamfaat itu? Secara syariat, suatu ilmu disebut bermamfaat apabila mengandung mashlahat - memiliki nilai-nilai kebaikan bagi sesama manusia ataupun alam. Akan tetapi, mamfaat tersebut menjadi kecil artinya bila ternyata tidak membuat pemiliknya semakin merasakan kedekatan kepada Dzat Maha Pemberi Ilmu, Allah Azza wa Jalla. Dengan ilmunya ia mungkin meningkat derajat kemuliaannya di mata manusia, tetapi belum tentu meningkat pula di hadapan-Nya.
Oleh karena itu, dalam kacamata ma’rifat, gambaran ilmu yang bermamfaat itu sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh seorang ahli hikmah. “Ilmu yang berguna,” ungkapnya, “ialah yang meluas di dalam dada sinar cahayanya dan membuka penutup hati.” seakan memperjelas ungkapan ahli hikmah tersebut, Imam Malik bin Anas r.a. berkata, “Yang bernama ilmu itu bukanlah kepandaian atau banyak meriwayatkan (sesuatu), melainkan hanyalah nuur yang diturunkan Allah ke dalam hati manusia. Adapun bergunanya ilmu itu adalah untuk mendekatkan manusia kepada Allah dan menjauhkannya dari kesombongan diri.”
Ilmu itu hakikatnya adalah kalimat-kalimat Allah Azza wa Jalla. Terhadap ilmunya sungguh tidak akan pernah ada satu pun makhluk di jagat raya ini yang bisa mengukur Kemahaluasan-Nya. sesuai dengan firman-Nya, “Katakanlah : Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menuliskan) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (dituliskan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).” (QS. Al Kahfi [18] : 109).
Adapun ilmu yang dititipkan kepada manusia mungkin tidak lebih dari setitik air di tengah samudera luas. Kendatipun demikian, barangsiapa yang dikaruniai ilmu oleh Allah, yang dengan ilmu tersebut semakin bertambah dekat dan kian takutlah ia kepada-Nya, niscaya “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al Mujadilah [58] : 11). Sungguh janji Allah itu tidak akan pernah meleset sedikit pun!
Akan tetapi, walaupun hanya “setetes” ilmu Allah yang dititipkan kepada mnusia, namun sangat banyak ragamnya. ilmu itu baik kita kaji sepanjang membuat kita semakin takut kepada Allah. Inilah ilmu yang paling berkah yang harus kita cari. sepanjang kita menuntut ilmu itu jelas (benar) niat maupun caranya, niscaya kita akan mendapatkan mamfaat darinya.
Hal lain yang hendaknya kita kaji dengan seksama adalah bagaimana caranya agar kita dapat memperoleh ilmu yang sinar cahayanya dapat meluas di dalam dada serta dapat membuka penutup hati? Imam Syafii ketika masih menuntut ilmu, pernah mengeluh kepada gurunya. “Wahai, Guru. Mengapa ilmu yang sedang kukaji ini susah sekali memahaminya dan bahkan cepat lupa?” Sang guru menjawab, “Ilmu itu ibarat cahaya. Ia hanya dapat menerangi gelas yang bening dan bersih.” Artinya, ilmu itu tidak akan menerangi hati yang keruh dan banyak maksiatnya.
Karenanya, jangan heran kalau kita dapati ada orang yang rajin mendatangi majelis-majelis ta’lim dan pengajian, tetapi akhlak dan perilakunya tetap buruk. Mengapa demikian? itu dikarenakan hatinya tidak dapat terterangi oleh ilmu. Laksana air kopi yang kental dalam gelas yang kotor. Kendati diterangi dengan cahaya sekuat apapun, sinarnya tidak akan bisa menembus dan menerangi isi gelas. Begitulah kalau kita sudah tamak dan rakus kepada dunia serta gemar maksiat, maka sang ilmu tidak akan pernah menerangi hati.
Padahal kalau hati kita bersih, ia ibarat gelas yang bersih diisi dengan air yang bening. Setitik cahaya pun akan mampu menerangi seisi gelas. Walhasil, bila kita menginginkan ilmu yang bisa menjadi ladang amal shalih, maka usahakanlah ketika menimbanya, hati kita selalu dalam keadaan bersih. hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari ketamakan terhadap urusan dunia dan tidak pernah digunakan untuk menzhalimi sesama. Semakin hati bersih, kita akan semakin dipekakan oleh Allah untuk bisa mendapatkan ilmu yang bermamfaat. darimana pun ilmu itu datangnya. Disamping itu, kita pun akan diberi kesanggupan untuk menolak segala sesuatu yang akan membawa mudharat.
Sebaik-baik ilmu adalah yang bisa membuat hati kita bercahaya. Karenanya, kita wajib menuntut ilmu sekuat-kuatnya yang membuat hati kita menjadi bersih, sehingga ilmu-ilmu yang lain (yang telah ada dalam diri kita) menjadi bermamfaat.
Bila mendapat air yang kita timba dari sumur tampak keruh, kita akan mencari tawas (kaporit) untuk menjernihkannya. Demikian pun dalam mencari ilmu. Kita harus mencari ilmu yang bisa menjadi “tawas”-nya supaya kalau hati sudah bening, ilmu-ilmu lain yang kita kaji bisa diserap seraya membawa mamfaat.
Mengapa demikian? Sebab dalam mengkaji ilmu apapun kalau kita sebagai penampungnya dalam keadaan kotor dan keruh, maka tidak bisa tidak ilmu yang didapatkan hanya akan menjadi alat pemuas nafsu belaka. Sibuk mengkaji ilmu fikih, hanya akan membuat kita ingin menang sendiri, gemar menyalahkan pendapat orang lain, sekaligus aniaya dan suka menyakiti hati sesama. Demikian juga bila mendalami ilmu ma’rifat. Sekiranya dalam keadan hati busuk, jangan heran kalau hanya membuat diri kita takabur, merasa diri paling shalih, dan menganggap orang lain sesat.
Oleh karena itu, tampaknya menjadi fardhu ain hukumnya untuk mengkaji ilmu kesucian hati dalam rangka ma’rifat, mengenal Allah. Datangilah majelis pengajian yang di dalamnya kita dibimbing untuk riyadhah, berlatih mengenal dan berdekat-dekat dengan Allah Azza wa Jalla. Kita selalu dibimbing untuk banyak berdzikir, mengingat Allah dan mengenal kebesaran-Nya, sehingga sadar betapa teramat kecilnya kita ini di hadapan-Nya.
Kita lahir ke dunia tidak membawa apa-apa dan bila datang saat ajal pun pastilah tidak membawa apa-apa. Mengapa harus ujub, riya, takabur, dan sum’ah. Merasa diri besar, sedangkan yang lain kecil. Merasa diri lebih pintar sedangkan yang lain bodoh. Itu semua hanya karena sepersekian dari setetes ilmu yang kita miliki? Padahal, bukankah ilmu yang kita miliki pada hakikatnya adalah titipan Allah jua, yang sama sekali tidak sulit bagi-Nya untuk mengambilnya kembali dari kita?
Subhanallaah! Mudah-mudahan kita dimudahkan oleh-Nya untuk mendapatkan ilmu yang bisa menjadi penerang dalam kegelapan dan menjadi jalan untuk dapat lebih bertaqarub kepada-Nya.
SEJARAH AYAT KURSI DAN FADHILATNYA
Ayat ini diturunkan setelah hijrah. Semasa penurunannya ia telah diiringi oleh beribu-ribu malaikat kerana kehebatan dan kemuliaannya. Syaitan dan iblis juga menjadi gempar kerana adanya satu perintang dalam perjuangan mereka. Rasullah s. a. w. dengan segera memerintahkan Zaid bt sabit menulis serta menyebarkannya.
Sesiapa yang membaca ayat Kursi dengan khusyuk setiap kali selepas sembahyang fardhu, setiap pagi dan petang, setiap kali keluar masuk rumah atau hendak musafir, InsyaAllah akan terpeliharalah dirinya dari godaan syaitan, kejahatan manusia, binatang buas yang akan memudaratkan dirinya bahkan keluarga, anak-anak, harta bendanya juga akan terpelihara dengan izin Allah s. w. t.
Mengikut keterangan dari kitab”Asraarul Mufidah” sesiapa mengamalkan membacanya setiap hari sebanyak 18 kali maka akan dibukakan dadanya dengan berbagai hikmah,dimurahkan rezekinya, dinaikkan darjatnya dan diberikannya pengaruh sehingga semua orang akan menghormatinya serta terpelihara ia dari segala bencana dengan izin Allah.
Syeikh Abu Abbas ada menerangkan, siapa yang membacanya sebanyak 50 kali lalu ditiupkannya pada air hujan kemudian diminumnya, InsyaAllah Allah akan mencerdaskan akal fikirannya serta Fadhilat Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-Hadis Rasullullah s. a. w. bersabda bermaksud:
“Sesiapa pulang ke rumahnya serta membaca ayat Kursi, Allah hilangkan segala kefakiran di depan matanya.”
Sabda baginda lagi;
“Umatku yang membaca ayat Kursi 12 kali pada pagi Jumaat, kemudian berwuduk dan sembahyang sunat dua rakaat, Allah memeliharanya daripada kejahatan syaitan dan kejahatan pembesar.”
Orang yang selalu membaca ayat Kursi dicintai dan dipelihara Allah sebagaimana DIA memelihara Nabi Muhammad. Mereka yang beramal dengan bacaan ayat Kursi akan mendapat pertolongan serta perlindungan Allah daripada gangguan serta hasutan syaitan. Pengamal ayat Kursi juga, dengan izin Allah, akan terhindar daripada pencerobohan pencuri. Ayat Kursi menjadi benteng yang kuat menyekat pencuri daripada memasuki rumah. Mengamalkan bacaan ayat Kursi juga akan memberikan keselamatan ketika dalam perjalanannya. Ayat Kursi yang dibaca dengan penuh khusyuk, Insya-Allah, boleh menyebabkan syaitan dan jin terbakar. Jika anda berpindah ke rumah baru maka pada malam pertama anda menduduki rumah itu eloklah anda membaca ayat Kursi 100 kali, insya-Allah mudah-mudahan anda keluarga terhindar daripada gangguan lahir dan batin. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya, Allah mewakilkan 2 orang Mala ikat memeliharanya hingga subuh.
Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu, ia akan berada dalam lindungan Allah hingga sembahyang yang lain. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang, tidak menegah akan dia daripada masuk syurga kecuali maut, dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, Allah memelihara akan dia ke atas rumahnya, rumah jirannya & ahli rumah2 di sekitarnya. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi diakhir tiap-tiap sembahyang Fardhu, Allah menganugerahkan dia hati-hati orang yang bersyukur perbuatan2 orang yang benar, pahala nabi2 juga Allah melimpahkan padanya rahmat. Barang siapa
membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah mengutuskan 70,000 Mala ikat kepadanya, mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya.
Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang Allah azza wajalla akan mengendalikan pengambilan rohnya dan ia adalah seperti orang yang berperang bersama nabi Allah sehingga mati syahid.
Barang siapa yang membaca ayat al-Kursi ketika dalam kesempitan nescaya Allah berkenan memberi pertolongan kepadanya Dari Abdullah bin ‘Amr r. a. , Rasullullah s. a. w. bersabda,
” SAMPAIKANLAH PESANKU BIARPUN SATU AYAT….”
Salam untuk warga Rezeki Halal,
Agak lama juga saya tidak menulis. Menulis pun sekali sekala. Untuk pengetahuan saya dalam pencarian diri saya yang sebenarnya. Saya mencari asal keturunan saya, saya mula belajar mendalami dan mengenali diri saya yang batin (iaitu diri yg didalam) dan saya juga mengenali diri yang zahir.
Saya merupakan seorang yang suka mencari kelainan dan meneroka benda yang baru. Saya juga suka menduga akal saya sendiri. Adakah ini HAKIKAT sebenarnya?
Memang kehidupan saya penuh pengalaman yang misteri dan unik. Bahkan jalan kehidupan saya tidak lah LURUS, memang penuh cubaan dan dugaan hingga sekarang ini. Di duga dari segi ekonomi, perasaan, emosi, dan perjalanan diri. Apakah yang saya CARI?
Kita datang tanpa apa-apa dan kita akan kembali kepadaNYA tanpa apa-apa juga. Jika kita datang kedunia tujuannya nak kumpul banyak harta dan pulang dengan banyak harta maka ITU bukan tujuan kita utama. Kita perlu jadi KAYA supaya KESEMPITAN tidak meruntuhkan pegangan kita. Kita perlu RASA Miskin supaya KAYA kita menguatkan INGATAN pada ALLAH.
Dalam perjalanan ini saya sering mencari HEBAT. Nak jadi HEBAT ini. Nak jadi HEBAT itu. Yang pada mana HAKIKATnya saya adalah manusia biasa sahaja. Saya memang TIDAK DAPAT MENERIMA hakikat ini. Jika kita HEBAT masih ada yang lebih hebat. Jika kita KAYA ada yang lebih kaya. Jika kita KUAT ada yang lebih kuat.
Yang saya tidak FAHAM yang HEBAT ialah yang BIASA. Yang KUAT itu yang BIASA. Yang KAYA itu yang BIASA. Jadilah orang yang BIASA-BIASA sahaja. Iaitu orang yang serdahana yang gantung harapnya pada yang MAHA ESA. Tidak mencaci, merendahkan dan mengutuk yang lain.
Saya pernah belajar salah satu ilmu TAI CHI. Gurunya itu mengajar. Jurus ilmu Tai Chi yang pertama (Asas) ialah jurus ilmu Tai Chi (Terakhir) yang terakhir. Bagi mereka yang mencari HEBAT, ramai yang terlepas pandang dan meremehkan yang ASAL tadi. Maka mereka sentiasa dalam pencarian tanpa mengetahui mereka telah pelajari yang akhir.
Begitu lah diri saya ini, mencari kehebatan di LUAR yang padahal yang sudah SEDIA ADA. Jaki dengan KEPUNYAAN orang lain dan lupa nak SYUKURI yang SEDIA ADA. Begitulah cerita bab perjalanan mengenal diri sendiri.
Saya kini belajar menerima hakikat bahawa saya ini manusia biasa. Kalau nak ke Amerika naik kapa terbang bukan guna ilmu “JUMPER”. Kalau bergaduh guna penumbuk bukan guna JURUS JARAK JAUH. Kalau di serang secara ramai lari dan minta bantuan bukan GHAIB melalui ILU Halimunan. Jadi yang BIASA yang BIASA itu BISA dan MERASA. Pulangkan yang HAQ dan yang HAQ itu pasti. Itulah HAKIKAT KEBENARAN.
Saya mohon kepada ALLAH untuk jadi manusia biasa, manusia yang tidak hebat mana, tidak mahu di kenali, manusia yang hatinya, bicaranya dan lakunya selaras, manusia yang ikhlas dan bercakap benar.
Pesan Nabi SAW - AMANAH, TABLIG, FATANAH dan SIDDIQ. Saya cuba amalkan yang itu dan semoga saya dapat menerapkan dalam kehidupan saya dan juga pada semua.
Zahiruddin
p/s: Dari Bandung, Indonesia.
Assalammualaikum!!!! dah lama saya tak menulis apa2 diruang ini…… sempena hari raya dan bulan syawal yang mulia ni. Saya mengucapkan Selamat Hari Raya maaf zahir dan batin…… Saya menulis ini hanya ingin berkongsi hak kita semua….ia nya bukan milik saya….atau milik sesiapa….tetapi untuk mereka yang merasakan bahawa mereka adalah seorang hamba…..bukan hamba pada dunia tetapi pada pencipta yang satu yang haq…..
Selalunya kita lupa dan kadang2 kita sedar siapa kita….kenapa kita dilahirkan…adakah kita dilahirkan untuk menjadi doktor,ulama,peniaga, jutawan atau apa2 pun keadaan kita sekarang…..”KENAPA AKU DILAHIRKAN”. Tapi sayangnya bukan ini yang hendak saya ceritakan….Apa yang hendak saya ceritakan adalah bab solat……Isteri saya dilahirkan dalam keluarga yang kuat berpegang kepada rukun islam…..yang selalu jadi topik hangat adalah “solat”…..
Inilah topik yang ingin saya tuliskan “SOLAT” Isteri saya selalu tegur dan menjadi marah tentang solat ni……..Saya tidak pernah mengatakan tidak perlu lakukan solat….tapi yang menjadi persoalannya bagaimana kita hendak melakukan solat sekiranya kita tidak faham dan tidak tahu apa yang kita buat……adakah kita lakukan solat kerana ia nya wajib/ kerana takut pada seseorang……atau sesuatu / kerana solat wajib…kita sama dengan burung kakak tua….cakap tapi tak atu apa yang dicakapkan…..
Seperti yang pernah saya tulis dahulu…..kita belajar agama terbalik…….yang dahulu kita kemudiankan,yang kemudian kita dahulukan…..cuba kita fikirkan agama islam adalah satu agama yang penuh dengan tertip dan halus tetapi kenapa di negara kita terlalu ramai orang islam yang terjerumus kelembah maksiat……kalau nak kata didikan agama tak cukup ada yang lepasan alazhar mesir pun hancur…..ada tahfiz pun hancur……saya bukan nak menunding kepada sesiapa…..ini berlaku kerana tiada ruh….. rukun islam adalah jasad (syariat) rukun iman adalah ruh…….
Ibu dan bapa paksa anak mereka solat……hantar anak mengaji hantar anak sekolah agama……tetapi kosong…..kerana mereka tak kenal yang maha esa. bila tanya kamu agama apa mereka jawap islam….siapa tuhan kamu Allah…. bukti kepercayaan kita pada Allah tiada…..”CUBA KITA DUDUK DIAM DAN TANYA APA BUKTI AKU YAKIN DAN PERCAYA PADA ALLAH”
Dalam rukun iman semuanya ghaib(tidak dapat dilihat dengan mata) kecuali al-quraan….Jadi apa bukti shahih yang mengatakan al-quraan yang kita baca adalah 100% datang dari Allah…..sedangkan mazhab dah terpecah 72…… masing2 mengatakan mazhab masing2 betul……sekarang bukan soal betul atau salah…..persoalannya yang mana yang sebenarnya 100% datang dari Allah kepada Muhammad s.a.w……bukan yang terbentuk dari idealogi dan pandangan imam atau seseorang…….
Bagaimana kita hendak meyakini Allah sedangkan kita tidak mengenali Allah “AWAL-AWAL MENGENAL AGAMA ADALAH MENGENAL ALLAH” Untuk mengenal allah seolah2 menjadi satu rahsia….hanya golongan tertentu yang dapat dan boleh belajar…..sedangkan Allah turunkan islam untuk semua bukan untuk seseorang atau kaum yang tertentu….
Apabila kita telah mengenal Allah maka rukun iman yang lain dan rukun islam menjadi senang……tak perlu kita belajar ilmu hukum yang terlalu banyak tak perlu kita belajar ilmu haram atau haram……kerana bagi orang yang mengenali allah maka mereka tidak akan terdorong untuk melalukan kejahatan dan perkara2 yang dibenci oleh Allah….
Bila kita sudah mengenal Allah maka kita faham kenapa kita soalat….kenapa ada rukuk,sujud tahyat dan sebagainya…..
Akhir kata renunglah kata2 ini :
“Janganlah kita melakukan sesuatu yang kita tidak mengetahuinya dan jangan lah kita meninggalkan sesuatu dengan alasan kita tidak mengetahuinya”
Moga2 Allah merahmati hidup kita……..”TIDAK ADA DAYA UPAYAKU MELAINKAN ALLAH DAN TIADA YANG BOLH MEMUDARATKAN AKU MELAINKAN ALLAH”
Insan, janganlah berputus asa
Oleh: Ibnu Abdullah
Semua yang bergelar insan pastinya telah, pernah, dan akan berhadapan dengan pelbagai bentuk ujian, cabaran, masalah, kesulitan, atau kegagalan. Itulah hakikat insan yang hidupnya pasti berhadapan dengan pelbagai ujian dan cabaran. Bahkan Allah SWT sendiri menjelaskan hal ini melalui firmanNya dalam AlQuran:
“Maka apakah kamu mengira bahawa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main dan bahawa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”
Dan dalam ayat yang lain Allah menerangkan: “Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan sahaja mengatakan; Kami telah beriman sedang mereka tidak diuji lagi?”
Ujian yang dihadapi berbeza antara seorang insan dengan insan yang lain. Ada yang diuji dengan kegagalan dalam sesuatu perkara, ada yang diuji dengan penindasan dan masalah, ada yang diuji dengan kebaikan, kekayaan, kemiskinan dan bahkan ada juga yang diuji dengan kesalahan, dosa-dosa, dan sebagainya. Pendek kata, semua orang pernah dan akan diuji. Persoalan yang penting yang ingin disampaikan bukanlah sekadar untuk membezakan bentuk ujian tersebut namun apa yang lebih penting bagaimana kita menghadapi ujian dan cabaran tersebut.
Jadi apakah tindakan kita dalam berhadapan dengan ujian tersebut. Adakah kita perlu kecewa dan marah atau berputus asa apabila berhadapan dengan pelbagai bentuk ujian tersebut? Bukankah sepatutnya sebagai seorang Muslim kita sepatutnya menjadikan ujian tersebut sebagai batu loncatan yang mengubah kita menjadi seorang yang lebih baik dan mengubah keadaan tersebut menjadi lebih baik.
Bukankah Allah telah menyatakan: “Allah tidak akan sekali-kali mengubah nasib sesuatu kaum melainkan kaum tersebut sendiri yang mengubahnya”
Inilah hebatnya orang Islam, kerana prinsip hidupnya yang jelas dan bermatlamat telah digariskan dengan jelas dalam Islam.Benarlah kata – kata Umar yang sangat terkenal akan hal ini.
“Kita adalah satu bangsa yang dimuliakan dengan Islam dan sekiranya kita mencari kemuliaan selainnya pastinya kemuliaan yang kita kecapi akan hilang”.
Pendek kata, janganlah kita berputus asa dalam berhadapan dengan ujian tersebut. Allah menyatakan dengan jelas dalam AlQuran bahawa sifat putus asa bukanlah sifat seorang Muslim. Seorang Muslim adalah seorang yang tidak mengenal erti putus asa dan sentiasa berusaha bersungguh-sungguh dalam apa jua perkara. Bukankah Allah swt telah menjelaskan hal ini dalam menceritakan kisah Nabi Yaakub dan anak-anaknya:
” Wahai anak-anakku! Pergilah dan intiplah khabar berita mengenai Yusof dan saudaranya, Dan janganlah kamu putus asa dari rahmat serta pertolongan Allah. Sesungguhnya tidak berputus asa dari Rahmat dan pertolongan Allah itu melainkan kaum yang kafir”.
Bahkan sehingga pelaku-pelaku dosa sekalipun tidak dibenarkan berputus asa sama sekali kerana sememangnya sifat ini adalah sifat yang terlarang bahkan keampunan Allah SWT itu sangat luas. Allah menjelaskan hal ini dalam sebuah ayat yang sugguh indah maknanya:
Katakanlah (wahai Muhammad): “Wahai hamba-hambaku yang telah melampaui batas terhadap diri sendiri (dengan perbuatan-perbuatan maksiat), janganlah berputus asa dari rahmat Allah, kerana sesungguhnya Allah mengampunkan segala dosa; sesungguhnya dialah jua yang Maha Pengampun; lagi Maha Mengasihani”.
Kalau dalam hal inipun dilarang berputus asa apatah lagi hal – hal yang lain. Tapi alangkah berbezanya realiti Muslim hari ini yang mudah sahaja berputus asa apabila gagal dalam sesuatu perkara atau mudah saja menyerah kalah apabila menghadapi cabaran yang sukar. Ikutilah teladan Rasulullah SAW dan sahabat – sahabat serta generasi Islam yang awal yang sentiasa bersemangat dan bersungguh- sungguh dalam apa jua bidang sekalipun. Ayuh wahai pemuda untuk kita bangkit kembali dan pastikan kita sentiasa cekal dan jauhilah sikap berputus asa.
Penulis teringat kisah seorang pendaki gunung yang pernah mencatat masa yang terpantas yang mana telah menjadi Qadar Allah untuk pemuda tersebut mangalami kemalangan sehingga tidak memungkin lagi dia untuk mendaki. Namun alangkah positifnya pemuda ini dengan menjelaskan:
“jika sebelum ini aku boleh melakukan 100000 perkara tapi kini aku masih boleh melakukan 1000 perkara lagi”.
Lihatlah pemuda ini yang sentiasa pro aktif dan berfikiran positif. Dan secara logikalnya, hari ini kita melihat kebanjiran pelbagai jenis buku yang sebenarnya tidak mahu membiarkan manusia dalam keadaan berputus asa. Ada sahaja buku yang ditulis untuk membantu kita memperbaiki keadaan kita. Kalau tidak pandai berbahasa ada sahaja buku yang menjelaskan bagaimana untuk menguasai bahasa tersebut, jika dalam keadaan stress juga ada sahaja buku yang menjelaskan bagaimana menghadapinya pendek kata semuanya Ada jalan dan ianya terletak kepada kita sama ada kita mahu atau tidak atau kesimpulan yang mudah ianya tidak mahu kita berputus asa kerana Sesutu maslah atau cabaran yang timbul pasti ada jalan keluarnya.
Jika kita pernah gagal, ini tidak bermakna kita akan gagal selama-lamanya. Persoalan yang penting bukanlah bagaimana kita akan gagal tetapi persoalannya adalah bagaimana kita akan mengendalikan dan berhadapan dengan kegagalan tersebut.
Allah SWT tidak pernah bersikap zalim terhadap hamba Nya. Bahkan Dia Maha Adil dalam segala sesuatu. Sebaliknya manusialah yang mempunyai sifat gopoh. Mereka selalu menghadapi Qadha’ Allah dengan rasa kesal dan tidak reda, lebih-lebih lagi kalau yang menimpanya itu sesuatu yang pahit. Dia mengira kalau dia mendapat kesenangan itu membuktikan bahawa Allah reda kepadanya. Sebagaimana dia mengira bahawa Allah benci kepadanya jika ia mendapat bencana.Inilah gambaran akal manusia yang sangat terbatas. Sedangkan Allah menafikan sekeras kerasnya anggapan yang salah dan keliru tersebut di dalam firman-Nya: “Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberikan-Nya kesenangan, maka dia berkata: Tuhanku telah memuliakanku. Adapun apabila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: Tuhanku menghinakanku. Sekali-kali tidak (demikian).
Anggapan manusia pada kedua-dua keadaan diatas adalah keliru. Sebenarnya kelapangan atau kesempitan rezeki adalah ujian Allah terhadap hamba-Nya. Apakah mereka akan bersyukur atau kufur nikmat, apakah boleh sabar menghadapi cubaan atau panik. Balasan untuk seseorang yang kelak akan diterimanya adalah sesuai dengan sikapnya menghadapi ujian-ujian diatas. Balasan bukan terletak pada apa yang diperolehi seseorang di dunia ini samada senang atau susah. Kesimpulannya, janganlah kita berputus asa. Jadi bagaimanakah kita menghadapinya?:
• Sentiasa ingat bahawa setiap ujian yang menimpa adalah untuk menuntut kita untuk menjadi yang lebih baik. Rasulullah SAW menjelaskan:
“Sungguh mengkagumkan keadaan seorang mukmin, keadaan mereka sentiasa dalam kebaikan. Tidak terjadi hal yang demikian itu melainkan bagi seorang mukmin. Jika mendapat kesenangan ia bersyukur dan hal itu merupakan kebaikan. Dan jika ia tertimpa kesusahania bersabar dan itu juga merupakan kebaikan baginya”.
• Sentiasa memohon pertolongan Allah dalam segenap hal dan bertawakal kepada Allah. Dari Abdullah Bin Mas”ud RA, bahawa sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yanny selalu ditimpa kesedihan/kegundahan maka hendaklah dia membaca: “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-mu, dan anak abdi-Mu, dan anak-anak-Mu, dan (berada) didalam genggaman-mu, ubun-ubunku ditangan-Mu, dan berlaku keatas (diri) ku hukum-Mu, dan adil padaku ketentuan-Mu, aku memohon kepadaMu dengan semua nama milik-Mu, (samada) yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau yang Engkau turunkan dia di dalam kitab-Mu, atau yang Engkau simpan tersembunyi di alam ghaib disisi-Mu; kiranya Engkau jadikanlah Al Quran sebagai penghibur hatiku, dan sebagai penawar kesedihanku dan kedukaanku”. Tidak seorang hambapun yang membaca doa tersebut melainkan Allah hilangkan kedukaannya dan diganti-Nya (kesedihan itu) dengan kegembiraan.
Dan dalam firman Allah menjelaskan: “Dan apabila hamba-hambaKu bertanya engkau (Wahai Muhammmad) tentangKu, (maka jawablah) sesungguhnya Aku ini hampir, Aku menjawab seruan sesiapa yang berdo`a kepadaKu apabila dia berdo`a. Maka hendaklah dia menyahut seruan (menunaikan perintahKu) dan beriman kepadaKu mudah-mudah mereka selalu berada di atas petunjuk”.
• Bersabar dan Bersikap pro aktif serta tidak reaktif apabila menghadapi cabaran dan ujian. Sentiasa memikirkan peluang dan apa yang boleh dilakukan untuk memperbaiki keadaan tersebut dan bukannya dengan bereaksi dengan emosi dan hawa nafsu. Ingatlah setiap yang berlaku pasti ada hikmahnya.
Akhir kata marilah bersama- sama kita menghayati sebuah Hadith Rasulullah SAW,Sabda Nabi s.a.w kepada Ibnu `Abbas ketika itu dia masih kecil: Maksudnya: Wahai anak kecil! Sesungguhnya aku ingin mengajarmu beberapa kalimat, iaitu, jagalah Allah (jagalah perintahNya) nescaya Allah menjagamu. Jagalah Allah (jaga perintahNya) nescaya engkau dapati Dia berada di hadapanmu (menunaikan keperluanmu). Apabila engkau memohon pohonlah daripada Allah. Apabila engkau meminta pertolongan minta tolonglah daripada Allah.
Segala Puji Bagi ALLAH, Tuhan Seru Sekalian Alam
Selawat dan salam Kami sesungguhnya pada para2 rasul, para2 nabi, kaum keluarga dan para2 sahabat.
Kami memanjatkan kesyukuran kami di atas segala rahmat dan limpah kurniaMu yang datangnya melimpah2 dan tidak pernah putus
Kami bersyukur Kami menyerahkan dir Kami dan segala urusan hidup Kami ini kepadaMu
Sesungguhnya hanya padaMu tempat Kami berharap, berserah dan tempat Kami meminta pertolongan
Sesungguhnya Engkaulah Tuhan Kami dan Kami ini adalah hambaMu
Dan Kami tiada daya dan upaya melainkan dengan izinMu
Kami bersyukur ALLAH senantiasa memudahkan segala urusan Kami
Kami bersyukur ALLAH senantiasa menceriakan hari2 Kami
Kami bersyukur ALLAH murahkan rezeki Kami
Kami bersyukur ALLAH membuka pintu rezeki Kami
Kami bersyukur ALLAH membuka pintu kekayaan langit dan bumi
Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa di atas segala sesuatu
Kami bersyukur ALLAH senantiada memberkati rezeki Kami
Kami bersyukur ALLAH semaikan rasa cinta dan kasih saying di dalam jiwa dan hati Kami
Kami bersyukur ALLAH bimbing Kami yang tidak tahu ini menuju kebahagiaan yang HAKIKI
Kami bersyukur ALLAH senantiasa melindungi isteri, anak2 dan adik beradik Kami
Kami bersyukur ALLAH jadikan meraka anak2 yang soleh dan hamba2Mu yang taat
Kami bersyukur ALLAH tempatkan mereka bersama hamba2Mu yang redha lagi diredhai
Kami bersyukur ALLAH mengampuni segala dosa2 Kami,
Dosa2 yang Kami sedari dan dosa2 yang Kami tidak sedari
Samada Kami mengerti dan Kami tidak mengerti
Kami bersyukur ALLAH mengampuni segala dosa2 ibu dan bapa Kami
Kami bersyukur ALLAH mengampuni dosa2 isteri dan anak2 Kami, kaum keluarga Kami
Dan sekalian kaum muslimin dan muslimat
Samada yang masih hidup ataupun yang dah kembali ke rahmatMu
Kami bersyukur ALLAH kurniakan Kami kesejahteraan dan keberkatan hidup di dunia dan di akhirat
Kami bersyukur ALLAH membimbing kami yang tidak tahu ini ke jalan yang benar
Kami bersyukur ALLAH senantiasa membimbing di dalam setiap detik perjalanan hidup Kami ini….
Amin
Salam,
Saya sedang cuba cari artikel yang telah di post di Rezeki Halal dan cuba isikan mana yang terdaya. Harap maaf atas kesukaran yang di hadapi. Walau bagaimanapun saya amat bersyukur pada Allah kerana memberikan ujian ini pada saya. Apa yang saya belajar ialah untuk belajar “melepaskan perkara yang lalu” (letting go). Memang agak sukar nak lepaskan perkara lalu sebab ia telah jadi memori dan asyik membelengu kita.
Itulah sebenarnya hakikat kehidupan - ia sentiasa dinamik dan berubah - apa yang kita ada sebenarnya bukan milik kita dan ia tak pernah jadi milik kita. Kita sendiri yang perasan ia milik kita dan kita kata milik kita. Jadi jika ia bukan milik kita kenapa kita gundah gulana bila kehilangan.
Itu lah yang perlu saya didik hati saya dan amalkan dalam kehidupan saya. Semoga kita semua mendapat keberkatan dan keampunan.
Terima Kasih
Zahiruddin
Salam kepada warga rezekihalal,
Selamat menyambut bulan Ramaddan 1429H yang mulia ini. Semoga kita memperbaiki diri kita dan menjadi lebih baik dan lebih taat kepada Allah s.w.t. Jadikan bulan ini sebagai contoh untuk bulan-bulan yang seterusnya. Ramaddan merupakan acuan dan bulan-bulan lain itu adalah hasil dari bulan ini.
Untuk makluman semua, saya sedang membina perniagaan berjenama Uruswang.com. Perniagaan ini ialah perniagaan yang dapat membantu mengurangkan kadar interest/faedah yang dikenakan terhadap hutang yang belum berbayar pada kad kredit kita. Perkara ini memang agak baru di negara kita dan belum ramai lagi yang tahu cara kerjanya. Ramai juga yang mengaitkan perniagaan ini dengan ALONG.
Tujuan saya ialah membawakan dan memperkenalkan perniagaan ini kepada umum dan mewujudkan rangkaian di seluruh negara atas jenama Uruswang.com. Saya mahu Uruswang.com di kenali dan dapat membantu masyarakat yang berhutang dengan kad kredit dan penjimatan yang sebaiknya.
Untuk tujuan ini saya mengalu-alukan kepada mereka yang berminat menceburi perniagaan ini menghubungi saya dan saya akan kongsikan caranya. Buat masa ini operasi sepenuhnya adalah di sekitar Lembah Klang. Kami juga mempunyai wakil di Labuan, Sabah, Johor, Pahang, Terengganu, Penang, Melaka, Negeri Sembilan, Perak, Kelantan, Kedah dan Perlis.
Harapan saya ialah untuk mewujudkan satu jaringan sekata untuk setiap bandar,daerah, dan pekan, di seluruh Malaysia.
Di bawah adalah di antara faedah yang dapat di nikmati dengan Uruswang.com
-
Penjimatan Sehingga 12% setahun
- Mengurangkan bayaran minima sehingga 44.4% sebulan
- Boleh selesai hutang dalam masa 1 hingga 3 tahun
- Anda boleh bayar minima dari bayaran minima anda bulanan
- Bersihkan rekod kad kredit dan boleh tambah had kredit
- Kelulusan 100% dalam masa 20 hingga 45 minit.
- Tiada Cash Advance Fee untuk pengeluaran tunai.
- Boleh punggut mata ganjaran
- Boleh buat balance transfer antara bank-bank lain
- Pembayaran di buat dengan bank kad kredit yang anda berhutang dan bukan bayar kepada kami.
- One time fee yang minima berdasarkan caj dari bank-bank yang terlibat.
Di bawah adalah senarai bank-bank yang terkini yang di terima untuk Plan 0% Interest, jumlah minima transaksi dan jumlah maksima tahun untuk 0%.
Waktu operasi: Adalah pada setiap hari jam 10:00 pagi hingga 8:00 malam. Sila hubungi wakil kami di http://www.uruswang.com/wakil_dan_agen.html .

Terima kasih atas sokongan dari semua.
Zahiruddin
Salam kepada semua,
Pertama kali saya ingin ucapkan selamat menjalani ibadat puasa ramadhan. Semoga kita semua di berkati dan di rahmati oleh Allah s.w.t. Agak lama juga saya tidak menulis di ruangan ini kerana sibuk dengan kerja harian di pejabat.
Bulan ramadhan ini memang istimewa kerana ia merupakan bulan contoh untuk semua bulan. Jika diri kita ini taqwa, redha, bersyukur, sopan santun, berbudi bahasa, baik akhlak dan segala yang baik ketika ramadhan ini maka jadikanlah contoh pada bulan-bulan yang lain. Kita bawa pengalaman ramadhan kita ini ke semua bulan-bulan yang lain.
Suasana tenang ramadhan ini kita jadikan dia platform untuk kita menilai diri dan menetapkan halatuju kita. Kita nekad untuk baiki diri dan jadikan esok lebih baik dari hari ini.
Saya sendiri bersyukur kepada Allah s.w.t kerana diberikan pengalaman-pengalaman yang sentiasa berubah dan tak pernah sama. Apa yang saya maksudkan ialah pengalaman yang Allah berikan itu tak akan sama di antara satu individu dengan individu yang lain. Itulah dia kebesaran Allah yang Maha Esa yang menguasai segala-galanya. Allah lebih tahu apa yang baik untuk kita ini dari diri kita sendiri.
Walau apa pun dahulukan Allah dalam segala perkara. Saya sendiri pun sedang melatih diri saya ini untuk dahulukan Allah dalam setiap perkara. Saya juga sedang muhasabbah diri saya dan memperbaiki arah tujuan saya supaya lebih jelas dan bermakna.
Apa yang saya lalui sekarang adalah menjadi bekal untuk apa yang saya akan nik mati kemudia. Saya belajar dari Dr Robert Anthony dan juga Al Quran. “Kita datang ke dunia ini tanpa apa-apa dan akan pulang juga tanpa apa-apa. Maka bukanlah tujuan kita di dunia ini untuk mengumpul dan mencari barang2 untuk di bawa balik ke alam akhirat” . Tujuan kita ialah untuk menikmati nikmat kejadian kita yang di beri Allah “RASA” hidup iaitu rasa “KEWUJUDAN”.
Nikmat rasa yang di berikan oleh Allah itu pula di uji untuk tidak lupa asal kejadian dan tidak lupa akan siapa yang menjadikan. Di sini saya tidak bermaksud kita tidak perlu jadi kaya. Kita wajib kaya - harta, benda, akhlak yang baik dan segalanya tetapi jangan lupa TUJUAN ASAL kita. Dengan kekayaan kita mampu membantu diri kita dan juga keluarga kita untuk lebih ingat kepada Allah.
Bayangkan jika kita susah. Kita juga akan susah mengerjakan ibadat kita yang ikhlas pada Allah. Kita buat ibadat kerana nak senang dan bila senang pula malas beribadat. Itulah antara ujian Allah yang berterusan selagi kita ada hayat. Maka kita perlulah ingat Allah setiap waktu dan saat.
Terima kasih. Wassalam.
Zahiruddin - http://www.uruswang.com
Salam semua,
Syukur saya kepada tuhan kerana masih berupaya menulis lagi di Blog RezekiHalal.com ini. Secara kebiasaannya saya akan mengurangkan aktiviti internet sebanyak 90%. Saya hanya buka tutup email sahaja. Itupun seminggu sekali. Maka banyak lah blog-blog saya ‘tersadai’ tanpa di update begitu juga dengan program-program internet yang saya sertai di internet tanpa di promosi.
Bulan ramadhan merupakan satu bulan untuk saya muhasabah diri. Terlalu banyak persoalan yang bermain di kotak pemikiran saya ini. Antaranya ialah Apakah sumbangan saya kepada keluarga, rakan-rakan, masyarakat dan Negara. Apa sumbangan saya kepada Islam? Adakah saya ikhlas beribadat kepada Allah swt? Setiap persoalan ini menyebabkan saya takut nak keluar rumah maka hanya memerap kat rumah. Dari awal tahun kita sibuk mencari rezeki maka sebulan di bulan ramadhan ini kita harus mencari ‘kekuatan’ untuk kita gunakan bagi setahun yang mendatang.
Bila diakhir ramadhan ini mulalah umat islam sibuk mencari keberkatan ‘Malam Lailatul Qadar’. Sekiranya anda beramal semata-mata untuk nak dapatkan kemuliaan Malam Lailatul Qadar anda sebenarnya telah pun GAGAL kerana anda BERPURA-PURA. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. Kelebihan Lailatul Qadar ini hanya pada umat Islam yang ikhlas beribadat sahaja kepada Allah Swt tanpa memikirkan dosa dan pahala. Seperti yang saya katakan sebelum ini jika kita jadikan Akhirat sebagai matlamat utama Kekayaan di dunia akan datang dengan sendirinya. Insya Alah.
Akhir kata, sempena bulan yang mulia ini saya ingin memohon banyak KEMAAFAN kepada semua pembaca blog ini sekiranya ada artikel saya selama ini yang menguris hati & perasaan anda semua.
Tak perlu kita terlalu fikirkan banyak hal di dunia ini. Biarkan ia berlalu..Enjoy dan nikmati sepuas-puasnya saat kita sehari-hari dengan penuh keinsafan dan keimanan. ‘Let It Go’ Insya Allah kita akan sentiasa tenang menghadapi segala cabaran
Saya sudahi dengan ucapan ‘SELAMAT MENYAMBUT HARI RAYA AIDILFITRI’ bersama keluarga tercinta. Semoga kita semua berjaya di dunia & akhirat. Amin.
Yang Ikhlas,
Saiful Anuar
Next Page »